Barber (Tukang Cukur)

Sudah lama saya merenungkan untuk menuangkan post ini ke dalam blog. Hal ini bermula dari sebuah kebencian saya akan suatu pekerjaan rutin yang biasanya dilakukan manusia setiap minimal beberapa bulan sekali : bercukur. Yap. Kok heran sih, ada aja yang mau rambutnya dipotong sama orang tak dikenal bawa-bawa gunting? Itu kan ibaratnya memasrahkan sebagian tubuh kita pada orang asing! (berlebihan..)

Nah, tapi, semakin dipikir, pekerjaan tukang cukur ini semakin unik. Kaya : kira-kira siapa ya yang mencetuskan ide untuk mencukur rambut atau jenggot? Siapa sih yang pertama kali ngomong “Udah gondrong nih, cukur ah” ? Apa tukang cukur dulu sama dengan sekarang? Setelah melalui berbagai riset, ternyata ini jawabannya :

Sejarah

Kata tukang cukur (Inggris : barber) berasal dari bahasa Romawi “barba” yang berarti jenggot (beard). Adalah kekaisaran Romawi pula yang membudayakan budaya cukur ini sekitar 296 tahun sebelum masehi. Adalah sebuah hukum di Roma bahwa semua free-man (kaum non budak) untuk bercukur rapi sedangkan para budak diwajibkan untuk memelihara jenggot. Ini pulalah yang melahirkan kata “barbarian” yang merupakan sebutan bagi suku-suku liar yang tidak mencukur jenggotnya.

Awalnya, tukang cukur adalah profesi yang sangat penting. Pada zaman prasejarah, tukang cukur adalah shaman dan setingkat dengan tetua adat. Kemudian di Prancis pada tahun 1096-an muncul larangan untuk memelihara jenggot di Eropa, dan profesi tukang cukur meluas hingga dibukanya sekolah tukang cukur pertama pada abad ke-13 di Paris. Pada saat itu, tukang cukur juga merangkap sebagai dokter dan dokter gigi (wow!).

Salah satu service yang dilayani oleh tukang cukur pada waktu dulu adalah bloodletting, yaitu proses membiarkan darah mengalir keluar (saya juga bingung buat apa???). Nah, untuk service ini, tukang cukur menyediakan dua buah perban dan perban itu dililitkan ke sebuah pole. Untuk menandakan service ini, tukang cukur menyimpan pole mereka di depan barber shop mereka. Inilah yang di kemudian hari menjadi barber pole yang suka kita lihat di komik Jepang atau di luar negeri.

Kualitas Unik

Tukang cukur memiliki beberapa kualitas yang membuat profesinya menjadi unik :

  • Mereka adalah satu dari sedikit orang yang diizinkan untuk membawa senjata tajam di sekitar leher dan kepala kita
  • Bagi sebagian orang, rambut adalah mahkota; tentunya hanya orang spesial saja yang bisa meng-“utak-atik” mahkota mereka
  • Pekerjaan mereka memiliki pressure yang tinggi : banyak orang yang berharap mereka menjadi cantik setelah keluar dari barber shop padahal mereka hanya bisa demikian jika keluar dari ruang operasi plastik
  • Tukang cukur adalah orang yang dipercayakan masalah domestik : banyak orang yang curhat saat dicukur
  • Tukang cukur adalah mediator ulung :
    • “Mbak, rambutnya di-spike aja, ya!”
    • “Jangan Mbak, rambut anak saya dicepak saja biar rapi, atau belah tengah”
    • “Ahhh, mama, sekarang kan lagi musim”
    • “Udah jangan didengerin, Mbak, cepak aja ya”
  • Tukang cukur adalah seorang kripto-analis:
    • “Mbak, rambut saya mau di-hair extension ya, tapi sebelumnya mau di-smooning dulu, eh sekalian smoothing aja ya. Bagusan mana mbak? Rambut saya di-laminating apa hair-extension? Soalnya saya seringnya pake hairpin. Oya, punya hairpiece blond ga, Mbak? Sekalian manicure pedicure ya”
  • Tukang cukur adalah orang yang tahu Who’s Who di dunia per-artis-an:
    • “Mbak, rambut saya tolong dibuat kayak Rain ya Mbak”
    • “Mbak, bisa ga rambut saya disanggul kayak Audrey Hepburn di Breakfast at Tiffany’s ?”
  • Tukang cukur adalah orang yang sabar dan bertawakal :
    • “Aduh, mbak, pelanan dikit cukurnya dong”
    • “Mbak baru keluar sekolah cukur ya? Kok ga mirip ama Rain?”

Sekianlah postingan saya mengenai tukang cukur, semoga bermanfaat, dan semoga kita semakin menghargai mas-mas, mbak-mbak, dan mas-mas yang ke-mbak-mbak-an yang menjadi tukang cukur kita.

Adios, ciao…

5 Comments (+add yours?)

  1. shieny
    Jun 16, 2008 @ 09:51:34

    he3x.. itu makany lu susah disuruh cukur yah ;))
    btw gw br nyadar themes blog lu sama ma gw.. hyah! ubah ah nti pas jm istirahat *ha3x sok pisan*

    Reply

  2. PauL
    Jun 16, 2008 @ 11:31:49

    mananya yang kripto-analis -_-“

    Reply

  3. harimaubelang
    Jun 16, 2008 @ 11:34:57

    @paul : yah itu kan pelanggannya banyak meninggalkan istilah-istilah aneh….😀
    @shieny : buruan ganti, wkwkwk

    Reply

  4. ndrewh
    Jun 18, 2008 @ 09:30:23

    hahaha… you are sick, have you noticed? hahahaha

    Reply

  5. harimaubelang
    Jun 18, 2008 @ 09:53:04

    @andru : sama laaaahhhhh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: