Duh belanja…

Mengapa ibu-ibu dan remaja putri sangat suka akan kegiatan menyakitkan mata dan kaki dan dompet ini?

Itulah yang ada di benak saya saat dengan sedikit terpaksa saya mengantar Mama untuk berbelanja.

Mengapa sedikit terpaksa? Karena ajakan itu datang dengan sebuah jebakan yang diajukan secara lihai.

Saat itu aliran listrik padam dan saya sedang terpaksa berhenti membaca Harry Potter 7 (versi digital) untuk kesekian kalinya. Lalu Mama datang dengan nada manis mengajak saya untuk menjahitkan baju di penjahit kenalannya. “Habis itu kita makan di luar” tambahnya dengan nada tak kalah manisnya. Makan apa? Makan ayam menguik tentu.

Pergilah kita, naik motor, ke daerah Sarijadi tempat penjahit kenalannya itu beroperasi (kaya kriminal aja beroperasi). Setelah mengukur dan bergosip akhirnya urusan Mama selesai dan kita pergi makan di tempat makan ayam menguik yang bernama Lapo Partugoan (lapo artinya tempat makan dalam bahasa batak). Enaaaak.

Setelah itu kita beranjak pulang. Asyik pulang lanjutin baca HP 7. Namun, eng ing eng, si Mama mengajak “Ke Yogya kepatihan yuk. Di sana ada tas warna coklat yang bagus dan murah”. Saat itu saya mengerti. Ini semua adalah jebakan yang dipasang dengan lihai. Tentu saja saya terpaksa menurut. Beranjak kita pergi ke daerah alun-alun. Di tengah jalan

berhenti sebentar. tarik nafas. kedip-kedipkan mata. lemaskan jari tangan dan kaki

si Mama berubah pikiran : “Ke ITC aja ya. Masih buka gak ya?” tentu dengan geraman tertahan saya putar balik ke ITC. Perjalanan ke sana berliku dan berulang-ulang karena : “Kayaknya kita pake jalan motong ini aja ntar nyampe ke ITC” 10 menit kemudian “Oh salah ya…” 6 menit kemudian : “Kayaknya salah bukan jalan ini” setengah menit kemudian : “Eh bener jalan ini…” seperempat menit kemudian : “Eh salah ya” dan sepuluh detik kemudian setelah gedung ITC terlihat : “Tuh kan bener”.

Masuklah kita ke gedung yang telah menggoda begitu banyak ibu-ibu menghabiskan uang dan labirin dunia hitam perbelanjaan. Berputar ke sini, berputar ke sana. Menawar sedikit di sini, menawar tanpa belas kasihan di sana. Bulak-balik naik turun eskalator. Kemudian sampai di toko tas yang dimaksud. Akhirnya. Tapi belum usai.

Mama : “Bagusan yang mana yang ini atau yang ini?”

Penjual : “Dua-duanya bagus, Ibu. Yang kecil kayaknya lebih cocok”

Mama : “Tapi yang besar lebih enak diliat”

Penjual : “Yang besar juga bagus, Ibu”

Mama : “Yang kecil tapi lebih gaya”

Penjual : “…”

Saya : “…”

Mama : “Duh, yang mana ya?”

Akhirnya. Akhirnya. Akhirnya. Putusan telah diberikan. Setelah 10 menit kebingungan, 5 menit adu tawar, dan 2 menit lihat-lihat (lagi). Syukurlah kita bisa pul.. “Ah itu ada celana bagus. Lihat ke sana yu.”

#@$&^($@

Celana dilepas dari gantungan. Celana ditawar. Celana dipuji-puji oleh penjual. Celana ditawar lagi. Celana digantungkan kembali. Celana lain dilepas. Celana ditawar. Celana dipuji-puji oleh penjual. Celana lain dilepas. Celana dibandingkan. Celana dua-duanya dipuji. Celana ditawar. Celana ditinggalkan pergi (pura-pura). Celana disodorkan lagi. Celana ditawar lagi. Celana dibeli. Mama dapat celana. Penjual ngos-ngosan. Saya pingin pulang.

Setelah itu kami pun pulang. Hore. Hore. Hore.

Lain kali mesti hati-hati terhadap jebakan.

5 Comments (+add yours?)

  1. umi fadilah
    Jul 27, 2007 @ 17:16:16

    ahahaha…😀
    saya mengerti perasaan oon…. haha..

    Reply

  2. Abie
    Aug 03, 2007 @ 16:43:33

    Hahahaha,, ga apa2 kalee. Latihan sebelum ntar punya istri. Para istri biasanya lebih kejam daripada itu. Hahaha.

    Btw, Lapo Partoguan yang di mana? Kok aku baru tau ya?

    Reply

  3. harimaubelang
    Aug 06, 2007 @ 14:57:44

    @abie:
    Yah kalau jadi suami kita harus capek DAN membayar.

    Lapo Partoguan itu di deket setrasari gitu deh. Alamat lengkapnya lupa

    Reply

  4. bayu adi persada
    Aug 17, 2007 @ 17:12:19

    kayaknya gw juga pernah memakai trik nyokap lo deh..

    sangat menyenangkan membuat orang mengikuti keinginan kita walaupun dengan cara yang sedikit “tidak dianjurkan”

    hhahahaha

    Reply

  5. diBond
    Sep 16, 2007 @ 12:24:12

    Haha…
    Sy sebagai pihak wanita yg memang suka belanja jujur tidak mengerti perasaan km On. Tapi… mungkin bisa disamakan dengan perasaan nganterin pacar jalan2 ke BEC kali ya? Omaigod! Sy gak tahan di BEC!!! T___T

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: