The Blind Assassin

Baru-baru ini saya baru membaca sebuah buku berjudul The Blind Assassin.
Buku ini karangan Margaret Atwood, seorang penulis Kanada yang sudah menerbitkan banyak sekali buku dan kumpulan puisi. Beliau juga sudah berkali-kali memenangkan berbagai penghargaan internasional. Salah satunya adalah Booker Prize yang diraihnya melalui buku ini.
Menurut saya, buku ini sungguh patut dan laik dibaca karena, walaupun buku ini tebal (kurang lebih 637 halaman), dapat membuat pembacanya tertarik untuk membaca lebih lanjut serta plot dan bentuk penulisannya yang unik membuat pembacanya penasaran dan geregetan (gemas).

Buku ini juga merupakan salah satu buku yang oleh Time dimasukkan sebagai All Time 100 Greatest Novels sejajar dengan Virginia Woolf dan Harper Lee

Tertarik untuk membahas lebih lanjut?

Ringkasan Umum

Buku ini berkisah tentang kehidupan dua saudari : Laura Chase dan Iris Chase di Kanada pada abad ke-20. Buku ini dibuka oleh Iris Chase yang pada usia tuanya masih dihantui oleh kematian misterius Laura Chase pada akhir perang dunia kedua. Iris tua kemudian menceritakan kisahnya pada saat dia kecil, remaja, dan setelah menikah. Diceritakan bahwa Iris dan Laura kecil hidup di sebuah rumah mewah di Port Ticonderoga milik ayahnya yang sedang menuju kebangkrutan.

Menyelingi penceritaan ini, pembaca juga akan disuguhi sebuah novel dalam novel yaitu The Blind Assassin : sebuah tulisan karya Laura Chase mengenai Alex Thomas, seorang pria yang menjalin hubungan dengan kedua saudari.

Hidup Iris berubah ketika dia dinikahkan dengan seorang miliuner dan calon politikus Richard Griffen, sebuah pernikahan dengan perhitungan untuk menyelamatkan ayahnya yang dilanda kebangkrutan. Pernikahan ini berlanjut tidak bahagia dan dia merasa bahwa dirinya hanyalah sekedar aksesoris untuk kepentingan politik suaminya. Hal ini tercermin dalam kata-katanya tentang hubungannya dengan suaminya :

“I was sand, I was snow — written on, rewritten, smoothed over “.
Titik balik dari cerita ini adalah saat Laura Chase menerjunkan diri dari jembatan yang diceritakan pada kalimat pembuka novel ini:

“Ten days after the war ended, my sister drove a car off the bridge. “

Kematian misterius Laura membuat Iris menelusuri kembali kehidupannya dan kehidupan Laura untuk mencari alasan bunuh dirinya Laura. Ternyata yang ditemukannya itu mengubah hidupnya selamanya.

Bentuk Penulisan

Novel ini dibentuk dengan narasi yang kuat, yang menusuk ke relung hati pembacanya dengan kata-kata yang sederhana namun bergaung amat kuat. Contohnya adalah :

“I wonder which is preferable, to walk around all your life swollen up with your own secrets until you burst from the pressure of them, or to have them sucked out of you, every paragraph, every sentence, every word of them, so at the end you’re depleted of all that was once as precious to you as hoarded gold, as close to you as your skin – everything that was of the deepest importance to you, everything that made you cringe and wish to conceal, everything that belonged to you alone – and must spend the rest of your days like an empty sack flapping in the wind, an empty sack branded with a bright fluorescent label so that everyone will know what sort of secrets used to be inside you?”

di sini terlihat kegamangan Iris saat dia ingin menceritakan semua kejadian dalam hidupnya, ketakutannya atas kekosongan diri ketika semua rahasianya dia ungkapkan. Narasi cerdas dan indah  semacam ini banyak terdapat di sepanjang buku ini.

Konsep novel di dalam novel juga membawa banyak ketertarikan kepada pembaca, sebab penceritaan novel di dalam novel ini merupakan semacam kepingan puzzle yang akan memenuhi pemahaman kita tentang hidup kedua saudari itu. Namun, terdapat semacam kemisteriusan yang tetap terjaga hingga hampir akhir novel tentang siapakah sebenarnya penulis The Blind Assassin itu dan penyebab kematian Laura.

Penilaian Pribadi

Saya menyukai buku ini. Sangat. Pengalaman membacanya betul-betul bisa dinikmati dan saya takjub dengan kekuatan tulisan Atwood yang jernih dan benar-benar bisa menusuk tajam. Saya sangat merekomendasikan buku ini.

Ayo segera baca! (ajakan, bukan perintah, walaupun pakai tanda seru hehehe…)

4 Comments (+add yours?)

  1. cavendish
    Mar 15, 2008 @ 14:15:34

    wow!!
    keren juga bukunya,,,
    but, aQ bLum bisa menikmati kalimatnya setiap paragrafnya,,,hweeee english-Q blum lancar n bagus =P
    awalnya aQ nyari” arti ASSASSIN ntu ap????
    tw gk????

    Reply

  2. Erina
    Jul 11, 2008 @ 09:55:15

    Emg sh Assassin tu crty bgs amt pa pny albmx in Pegn dech.

    Reply

  3. maria
    Jul 18, 2008 @ 13:36:05

    saya baru aja selesai baca buku ini.
    saya kagum banget sama gaya penulisan Atwood. setiap kalimat terasa seperti puisi. dan dia lihai banget mengaitkan setiap cerita yang ada di novel ini. saya juga suka banget dengan bagaimana Atwood menggambarkan karakter-karakternya–terutama Laura–yang bisa membuat pembaca merasakan bener sedihnya hidup mereka.
    pokoknya keren!😀

    Reply

  4. harimaubelang
    Jul 18, 2008 @ 17:05:19

    @maria : betul, setiap kata2nya ga ada yang percuma semuanya penuh arti dan benar-benar menceritakan semua kesulitannya dengan lembut

    Keren dah! Setuju!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: