Suatu hari di sebuah kopaja saya menumpang sambil berdiri. Kopaja penuh dengan pegawai-pegawai pagi berdesak-desakan. Suatu saat di dekat sebuah jembatan penyebrangan seseorang hendak turun. Setelah mengetuk atap kopaja, dia bergerak menuju pintu sampai tidak sengaja dia menyenggol saya. Dia sempat tersenyum minta maaf. Saya sempat mengangguk dan tersenyum balik. Setelah kopaja berjalan kembali, tanpa pikiran suatu apapun, secara refleks tangan saya meraba saku celana: mengecek dompet dan handphone.
Saya tertegun dan malu.
Dosa apa kita sampai bisa tinggal di dunia seperti ini?
Nov 13, 2010 @ 08:28:50
artinya hape dan dompet dicolong ?
Nov 14, 2010 @ 12:30:16
ngga, cuman gua aja refleks ngecek hape sama dompet
jadi kita kaya hidup penuh kecurigaan, gitu…