Suatu Hari di Sebuah Kopaja

Suatu hari di sebuah kopaja saya menumpang sambil berdiri. Kopaja penuh dengan pegawai-pegawai pagi berdesak-desakan. Suatu saat di dekat sebuah jembatan penyebrangan seseorang hendak turun. Setelah mengetuk atap kopaja, dia bergerak menuju pintu sampai tidak sengaja dia menyenggol saya. Dia sempat tersenyum minta maaf. Saya sempat mengangguk dan tersenyum balik. Setelah kopaja berjalan kembali, tanpa pikiran suatu apapun, secara refleks tangan saya meraba saku celana: mengecek dompet dan handphone.

Saya tertegun dan malu.

Dosa apa kita sampai bisa tinggal di dunia seperti ini?

About these ads

2 Comments (+add yours?)

  1. Puja Pramudya
    Nov 13, 2010 @ 08:28:50

    artinya hape dan dompet dicolong ?

    Reply

    • harimaubelang
      Nov 14, 2010 @ 12:30:16

      ngga, cuman gua aja refleks ngecek hape sama dompet
      jadi kita kaya hidup penuh kecurigaan, gitu…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: